Pages

bagaimana menurut kalian tentang blog ini ?

kamu pembaca yg ke

Diberdayakan oleh Blogger.

what time is it?

follow me, now!

Dangling Rainbow Hearts

calendar

Rabu, 02 Oktober 2013

JENDELA KEHIDUPAN

Di sebuah kamar di sebuah RS, terdapat dua orang pria paruh baya yang menjadi pasien disana. Mereka adalah Roy dan David. Kedua pria tersebut telah berada di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama.
Roy mendapatkan ranjang yang letaknya dekat dengan pintu kamar mereka, sementara ranjang untuk David berada di samping jendela. Sekali sewaktu dalam seharinya, demi mengusir kejenuhan, David mencoba bangun dari ranjangnya dan memandang keluar jendela. Diceritakannya kepada Roy, bagaimana ia dapat melihat angsa – angsa yang berenang di danau kecil di dekat rumah sakit, atau burung – burung yang berkejaran di langit biru. Bunga berbagai warna yang bermekaran di sisi gedung, dan sekali – kali David bahkan menceritakan tentang parade yang dilihatnya dijalanan.
Roy yang meskipun tak dapat melihat semua itu, namun seperti yang dituturkan oleh David. Hari – hari berlalu, David terus menceritakan berbagai pemandangan yang dilihatnya di luar jendela. Perlahan timbul rasa iri dalam diri Roy, ia merasa ini semua tak adil. Mengapa hanya David yang dapat melihat semua pemandangan itu? Roy berpikir, ia akan rela melakukan apa saja demi dapat melihat pemandangan di luar jendela yang telah lama tak dapat ia saksikan tersebut.
Pada suatu malam Roy yang tak dapat memejamkan matanya terus memandang kea rah jendela. Lalu ia pun kemudian mendengar suara bergumam pelan, dan Roy mengalihkan perhatiannyha ke ranjang teman sekamarnya. Dilihatnya tubuh David berkejang – kejang sembari tangannya memegang jantungnya yang terasa sakit. Roy bias saja memencet tombol di sisi ranjangnya untuk memanggil perawat demi memberikan pertolongan pada David, namun ia tak melakukannya.
Pagi harinya, perawat menemukan tubuh David yang terbujur kaku di ranjangnya. Dokter pun menyatakan dia telah meninggal dunia. Mendengar berita itu, Roy lalu bertanya kepada perawat apakah ia diperbolehkan untuk pindah ke ranjang di dekat jendela tersebut. Perawat pun menyetujuinya. Sesaat setelah perawat membantu memindahkannya ke ranjang tempat David berbaring sebelumnya, Roy pun segera mengalihkan pandangannya mencoba melihat pemandangan di luar jendela yang telah lama sekali ia impikan dan hanya bisa ia dengarkan dari cerita – cerita David.
Namun, Roy hanya bisa tertegun ketika mendapati dirinya tengah memandangi tembok besar, satu – satunya pemandangan yang bisa ia lihat melalui jendela tersebut.
Pesan Cerita :
Dua orang melihat hal yang berbeda dari satu hal yang sama. Dan, itulah yang membedakan pecundang dengan pemenang, membedakan kebahagiaan dengan penderitaan. Pemenang melihat gunung, sementara pecundang hanya melihat gundukan tanah. Pemenang selalu melihat solusi dalam setiap masalah, melihat kesempatan dalam setiap rintangan, melihat hikmah dalam setiap peristiwa, dan menemukan penghiburan dalam penderitaan.
Sebaliknya, pecundang hanya akan melihat bencana dalam setiap masalah, melihat kegagalan dalam setiap rintangan, melihat kerugian dalam berbagai peristiwa, dan hanya menemukan penderitaan di dalam penderitaan. David adalah pemenang dalam cerita tersebut karena sudut pandangnya membuatnya melihat apa yang tidak bisa dilihat mata, dan menemukan kebahagiaan dari sesuatu yang tidak bisa dipahami akal.
Read more...
separador

wotel , telur dan kopi ;;)

Pada suatu hari seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ayahnya, seorang koki, dan sekali waktu ayahnya membawa anak tersebut ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di 3 Panci tersebut mendidih, sang ayah menaruh Wortel ke dalam panci ke-1, Telur di panci ke-2, dan Kopi bubuk di panci k-3. sang ayah membiarkannya mendidih tanpa berkata – kata. Anak tersebut membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit menunggu, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan Wortel, Telur dan Kopi di mangkuk yang berbeda.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat nak?” ” Wortel, Telur, dan Kopi, ” jawab anak tersebut. Ayahnya mengajaknya mendekat dan meminta merasakan Wortel itu. Anak tersebut melakukannya dan merasakan bahwa Wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi Kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi Kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu si anak bertanya, “Apa arti semua ini, ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing – masing menunjukan reaksi yang berbeda.
Wortel, sebelum direbus kuat, keras, dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk Kopi mengubah air tersebut. “Kamu termasuk yang mana?” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu akan seperti Wortel, Telur, Atau Kopi ?”
Pesan dari Cerita ini adalah, Dalam menghadapi kesulitan hidup, kita diharapkan pada pilihan untuk menjadi Wortel, Telur, atau Kopi. Jika anda adalah Wortel yang awalnya terlihat keras, ketika menghadapi penderitaan, anda akan menjadi lunak dan kehilangan kekuatan.
Jika anda adalah Telur yang awalnya memiliki hati yang lembut, namun ketika menghadapi penderitaan, dari luar masih tampak sama, akan tetapi di dalam hati anda mulai mengeras.
Jika anda adalah Kopi, ketika air mencapai suhu maksimal pada 100 derajat celcius, Kopi justru akan semakin terasa nikmat. Artinya, dalam menghadapi kesulitan. Anda akan menjadi semakin matang dan siap untuk menghadapi segala kesulitan lainnya, semakin baik, dan membuat keadaan di sekitar anda juga menjadi lebih baik.
Read more...
separador

KUPU KUPU YANG TIDAK BISA TERBANG

Di Sebuah ranting pohon, tampak sebuah kepompong yang bergoyang halus. Seolah kupu – kupu yang ada di dalamnya telah siap untuk terbang ke alam bebas dan menjalani hidup yang sesungguhnya.
Seorang lelaki muda memperhatikan proses langka itu. Perlahan – lahan kantung kepompong mulai terkoyak, memberi celah bagi kupu – kupu kecil untuk keluar. Namun, kupu – kupu kecil tersebut tampak kesulitan melepaskan diri dari kepompong yang telah lama membungkus tubuhnya. Celah yang terbuka sangat sempit. Pemuda itu merasa kasihan, dan kemudian pemuda tersebut mengambil gunting dan memotong kepompong tersebut agar celahnya menjadi besar, dengan maksud agar calon kupu – kupu kecil itu mampu keluar dengan lebih mudah. Dan memang benar, tak lama kemudian, kupu – kupu tersebut berhasil keluar dengan mudah dari kepompong.
Namun setelah keluar, kupu – kupu itu berjalan tertatih – tatih. Ia tampak lemah dan rapuh. Sayapnya terkulai lemas dan terseret – seret dalam setiap langkah. Pemuda itu terus memperhatikan kupu – kupu itu dan berharap bahwa sebentar kemudian sayap kupu – kupu tersebut akan menjadi kokoh. Ia ingin melihat kupu – kupu itu terbang bebas ke udara. Dia terus berharap dan pandangannya melekat kuat pada kupu – kupu lemah tersebut.
Beberapa kali kupu – kupu itu berusaha mengangkat dan membentangkan sayapnya. Tapi sayang hal itu tidak mungkin karena sayapnya terlalu lemah, dan akhirnya kembali terkulai ke tanah. Pemuda itu mulai cemas. Kupu – kupu yang telah ditolongnya tak kunjung bisa terbang. Semakin lama, Sayap – sayap tersebut menjadi semakin lemah. Kupu – kupu tersebut hanya bisa tergolek lemah di tanah, dan akhirnya kupu – kupu itu tidak bergerak sama sekali, dan mati.
Pesan Cerita :
Segala sesuatu dalam hidup ini membutuhkan proses. Untuk menjadi pandai kita harus melalui proses panjang Pendidikan, untuk menjadi bijak kita harus melalui proses belajar dan pengalaman. Bahkan seekor ulat sebelum menjadi kupu – kupu harus melalui proses inkubasi dalam kepompong.
Jangan meremehkan sebuah proses karena dengan melalui proses yang alami itulah kita mejadi kuat dan sempurna. Kupu – kupu akan bermetamorfosis dengan sempurna setelah melalui proses inkubasi yang utuh. Jangan medahului sesuatu yang belum saatnya. Jangan mencari jalan pintas untuk sebuah proses yang seharusnya panjang, karena itu semua hanya akan membuat kita rapuh dan layu sebelum saatnya.
Read more...
separador

KISAH SEEKOR SAPI YANG JUJUR

Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower punya tetangga seorang petani. Si Petani memiliki seekor sapi yang hendak dijual. keluarga Eisenhower berniat membelinya. untuk itu, mereka perlu bertanya beberapa hal kepada petani itu untuk mencari tahu kualitas sapi yang akan dijual tersebut.
“Terangkan pada kami tentang silsilah sapi tersebut. Apakah dia berasal dari keturunan yang baik?” tanya Eisenhower
“Saya tidak memahami silsilah sapi ini,” jawab si petani.
“Hmm.. oke, jika demikian jelaskan tentang produksi lemak dan susu yang dihasilkan sapi ini dalam setahun,” tanya Eisenhower kembali menyelidik.
“Maaf.. saya juga tidak pernah menghitung berapa produktivitasnya. Saya tidak pernah memperdulikan hal – hal seperti itu,” jawab petani itu lugu.
“Lantas, apa alasan bagi kami untuk membeli sapi ini?” tanya Eisenhower hampir habis kesabarannya.
“Saya tidak tahu silsilah sapi ini, saya tidak tahu siapa bapaknya, atau siapa nenek moyangnya”, jawab si petani lugu apa adanya. “Saya juga tak tahu persis berapa liter susu yang dihasilkannya setahun. Tapi yang saya tahu persis, sapi ini jujur. Ia pasti akan memberi semua susu yang dia miliki.”
Keluarga Eisenhower terkesan dengan jawaban tersebut. Mereka pun memutuskan untuk membeli sapi yang jujur itu.
Pesan Cerita :
Tidak perduli dari mana asal – usul anda, apa ras anda, apa profesi anda, dimana pun dan kapan pun dalam hidup ini jadilah seperti sapi yang jujur. Berikanlah yang terbaik yang anda miliki. Dan tuluslah dalam pemberian. Jangan sembunyikan bakat dan kemampuan anda, jangan simpan uang anda, karena kualitas hidup kita tidak dinilai dari apa yang kita terima dari kehidupan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk kehidupan.
Read more...
separador

Kisah Seekor Burung Merpati Dan Bunga Mawar Putih

Pada suatu hari, hiduplah seekor Burung Merpati dan Bunga Mawar putih. Sang Merpati mencintai bunga Mawar Putih. Tak lama ia menyatakan cintanya pada Mawar Putih. Katanya ” Mawar Putih, aku sangat mencintaimu, maukah engkau menjadi pendamping hidupku?” Mawar Putih menjawab, ” Sayang beribu sayang, aku tidak berwarna Merah, jika saja aku berwarna merah, aku pasti akan mencintaimu.”
Lalu keesokan harinya mereka bertemu lagi. Sang Merpati berkata,” Mawar Putih, demi membuktikan kuatnya cintaku, aku akan berbuat sesuatu, agar engkau dapat berubah warna menjadi merah, sehingga engkau dapat mencintaiku.”
Tiba-tiba, Sang Merpati memotong sayapnya sendiri. Darah yang tercurah dari lengan Merpati, mengubah warna Mawar menjadi merah. Sontak, Mawar menjadi sangat senang. Namun tanpa disadari, ketika mawar ingin menyatakan cintanya, sang merpati telah tiada.
Akhirnya, mawar menyesal. Dia telah kehilangan seseorang yang berharga yang telah mencintainya dengan tulus.
Kisah ini menggambarkan betapa indahnya sebuah pengorbanan yang dilandasi oleh CINTA
Ada sebuah Kasih yang ingin ku tunjukkan kepadamu. Kasih ini tiada duanya. Ia tidak menuntut, namun senantiasa memberi. Ia rela mengorbankan diri-Nya bagi kita. Supaya kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Read more...
separador

cerita cinta sejati seorang IBU

cerita cinta sejati seorang ibu
Seorang anak masuk ke dapur malam itu ketika ibunya sedang menyiapkan makanan. Anak itu menyerahkan selembar kertas berisi tulisannya.setelah mengelap tangan ke celemek, ibunya membaca tulisan itu:
Memotong rumput Rp. 1.000
Membereskan sendiri tempat tidurku selama seminggu ini Rp. 5.000
Disuruh belanja Rp. 1.000
Menjaga adik ketika ibu pergi Rp. 2.5.00
Membuang sampah dan mencuci piring selama seminggu Rp. 5.000
Nilai rapot yang baik Rp. 50.000
Membersihkan halaman tiap pagi Rp. 5.000
Ibu itu memandang putrinya yang sedang berdiri dengan penuh harap.Ribuan kenangan berkelebetan Dibenaknya. Ia kemudian mengambil kertas itu dan membalikannya dan menuliskan  hal hal berikut ini :
Untuk Sembilan bulan mengandung dan membesarkanmu di perut ibu, gratis
Untuk malam malam ibu menjagamu, merawatmu, berdoa untukmu, gratis
Untuk waktu dan air mata dan pengorbanan ibu selama bertahun tahun, gratis
Untuk malam-malam penuh kecemasan dan kekhawatiran masa mendatang, gratis
Untuk nasihat, ilmu dan uang sekolah , gratis. 
Kalo kamu menjumlahkan semua, maka total ongkos cinta ibu adalah Gratis

Ketika anak itu selesai membaca , air mata nya mengembang. Ia memandang ibunya dan berkata , “ibu, aku sayang ibu”

Kemudian anak itu mengambil bolpoin dan dengan tulisan besar ia menuliskan LUNAS.

JADI Jika anda menjumlahkan semua TOTAL ONGKOS CINTA SEJATI ADALAH “GRATIS”

Read more...
separador

Minggu, 04 Agustus 2013

WANITA ituu???


Wanita Itu...
Tetap tersenyum walau hatinya menangis...
Tetap tertawa walau sering kecewa..
Tetap semangat walau terkadang tertekan..
Tetap baik walau sering di jahatin..
Tetap kuat walau sudah tak sanggup lagi menahan rasa sakit...
Tetap percaya walau sering di bohongi..
Tetap perduli walau tak di terbalas..
Tetap berjuang meski gagal..
Tetap kokoh meski terkadang lemah..
Tetap sabar dan memandangnya baik baik saja walau pun terluka hatinya...
Tetap memberikan yang terbaik meski salah...
Tetap berusaha cantik jika tak sengaja ketemu Someone meski dalam posisi belum mandi.
Read more...
separador

Followers